Kali ke Dua Pelita 8 Kebakaran, Petugas Pemadam dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Kali ke Dua Pelita 8 Kebakaran, Petugas Pemadam dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Kebakaran terjadi di Gg Pelita 7 dan Gg Pelita 8, RT 09, RW 04, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat
Kali ke Dua Pelita 8 Kebakaran, Petugas Pemadam dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Kali ke Dua Pelita 8 Kebakaran, Petugas Pemadam dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Kali ke Dua Pelita 8 Kebakaran, Petugas Pemadam dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Jakarta, HarianBerita.ID - Lagi lagi kebakaran kali ke dua sore tadi, Rabu (5/7/2023), si jago merah menghanguskan rumah milik Sase di RT 09, RW 04, dipertengahan antara Gg Pelita 7 dan Gg Pelita 8, Jatipulo, Palmerah Jakarta Barat.

Petugas gabungan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Palmerah dan Kecamatan Grogol Petamburan, telah menerjunkan 12 unit mobil Pemadam Kebakaran, bersama warga sekitar saling berjibaku memadamkan api.

"Saya mengucapkan terimakasih bantuan petugas pemadam kebakaran, karena kebakaran ini dapat diatasi sehingga tidak meluas dan saya ucapkan terimakasih juga kepada para warga yang sangat luar biasa, baik para anak, orang dewasa maupun para orang tua dan semua para ibu, saling bergotong royong memadamkan api," ucap Ketua RW 04, Maulana Sari yang akrab disapa Acan pada awak media.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu sore jam 16.20 Wib di pemukiman padat penduduk, sehingga menghanguskan rumah salah seorang warga dan dampak kebakaran tersebut mengenai beberapa rumah. 

Menurut Ketua RW 04, api berasal dari rumah salah seorang warga  yang diatasnya telah di kontrakan (Di sewakan) dan timbulnya sumber api tidak dapat dipastikan (berspekulasi).

Kobaran api tidak dapat dipastikan sumber asal muasalnya, permasalahan kebakaran tersebut hanya petugas pemadam yang dapat memberikan keterangan.

"Kita tidak dapat memastikan sumber api darimana, apa dari korsleting listrik atau dari apa yang lain. Jadi kita serahkan semuanya pada petugas dan imbas kebakaran ini juga dapat kita lihat ada sekitar delapan atau sembilan rumah yang terkena dampak kebakaran itu," jelas Acan.  

Lanjutnya, Ia merasa bersyukur api cepat dipadamkan dan atas kesigapan warga semuanya dapat diminimalisir, sehingga kobaran api tidak meluas tambah jauh ketempat rumah warga yang lain.

Adanya kebakaran yang terjadi lagi, warga merasa trauma. Sebelumnya, beberapa puluh tahun lalu hal serupa pernah terjadi, musibah kebakaran yang besar pernah menimpa diwilayah tempat yang sama.

"Ini jadi trauma warga kita, karena sudah dua kali ini kebakaran. Wilayah ini dan tempat ini pada tanggal 29 Mei 1997 juga pernah terjadi kebakaran serupa, sampai menghabiskan semua rumah," terang Ketua RW 04, Maulana.

Lebih jauh di ungkapkan Ketua RW 04, proses pemadaman api yang dilakukan petugas dan warga sekitar, sehingga api dapat dipadamkan dengan cepat.

Ketua RW 04 mengakui, ketika terjadi kebakaran banyaknya Ketua RT masing masing membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR)  dan wilayahnya pernah mendapat alat APAR dari intansi dinas Damkar, namun alat tersebut ada masa kadaluarsanya.

Ada juga warga disini dari hasil swadaya untuk mengisi ulang isi alat APAR sendiri, terjadi kebakaran yang sekarang warga dapat membawa beberapa alat pemadam seperti alat APPAR mulai dari ukuran terkecil sampai terbesar.

"Alhamdullillah, warga sudah melakukan berbagai cara, intinya api tersebut dapat diatasi dan dapat dipadamkan," urainya.

Diharapkannya, dirinya selaku Ketua RW 04 meminta kepada seluruh warga disekitar, untuk segera mengantisipasi jika ada kebakaran terjadi kembali dan peduli terhadap sesama.

Dingatkanya, untuk para ibu jika memasak jangan selalu ditinggal dan apabila rumah dikosongkan harus dipastikan alat listrik yang menempel segera dicabut dan pusat listriknya harus cepat dimatikan.

"Supaya hal yang tidak dinginkan tidak terulang kembali, karena masyarakat disini pernah mengalami trauma. Ini lingkungan padat penduduk, permasalahan ini butuh perhatian," pintanya.

Ditambahkannya, yang menjadi persoalan dikatakan Acan, adanya kesadaran masyarakat untuk mewaspadai tempat tinggal serta lingkunganya.

"Karena masalah ini bukan tanggung jawab RT dan tanggung jawab RW. Ini tanggung jawab kita semua, karena kampung kita kalau bukan kita yang urusin siapa lagi," tandas Acan penuh harap pada warganya.

Sementara itu Awang salah seorang warga dan sekaligus pemerhati serta peduli lingkungan wilayah Kelurahan Jatipulo yang telah melaporkan terjadinya kebakaran pada media ini mengungkapkan,

Adanya kebakaran di rumah milik Sase, pada Rabu jam 16.20 Wib dan posisi kebakaran diantara Gg Pelita 7 dan Gg Pelita 8, tepatnya dibelakang dekat kali.

"Alhamdulllillah sudah teratasi dan api sudah padam, dengan menurunkan tiga unit pemadam di atas tanggul dan sembilan unit mobil pemadam berada dibawah kolong jembatan. Semua ini juga ada kerjasama dan bantuan para warga saling bahu membahu, gotong royong bersama memadamkan api," imbuh Awang. (Djamal Efendi)