Wapres Buka Muktamar Nasional II Pemikiran Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari

Jakarta, HarianBerita.ID – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin membuka secara daring Muktamar Nasional II Pemikiran Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE), di Aula masjid Hasyim asy’ari Jln Rusunawa Pesalih No. 14, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta barat, Jumat (04/10/2024).
Dalam sambutannya K.H. Ma’ruf Amin mengungkapkan, K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari merupakan ulama besar dan pahlawan nasional yang pemikiran dan kiprahnya sangat berpengaruh bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia, baik di bidang pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, maupun perpolitikan.
Lanjutnya, tokoh yang dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama ini, memainkan peran vital dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Revolusi Jihad yang dikumandangkan 79 tahun silam.
Berbagai pemikiran ulama besar tanah air ini dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di tengah berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, ujar Wapres.
“Beliau menegaskan, Islam tidak hanya mengajarkan kesalehan pribadi, tetapi juga menjadi pedoman moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap K.H. Ma’ruf Amin.
Lanjut Wapres semangat jihad perang melawan penjajahan yang digelorakan K.H. Hasyim Asy’ari tersebut didasari semangat cinta tanah air atau hubbul wathan minal iman.
Namun lebih penting lagi, K.H. Hasyim Asy’ari juga terus mengedepankan jihad perbaikan secara berkelanjutan.
Menurut Wapres, semua itu dilakukan demi melindungi tujuan besar syariat Islam atau maqashidil kubra lis syari’atil Islamiyyah, yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, menjaga harta, dan termasuk pula menjaga tanah air.
“Apa yang telah dilakukan Hadratussyaikh dalam rangka membangkitkan bangsa ini, untuk menjaga, mengawal, dan memajukan bagian daripada muḥāfaẓatu maqashidil ammah atau maqashidil kubra lis syari’atil Islamiyyah,” ujarnya.
Wapres mengapresiasi upaya IKAPETE yang terus berkontribusi menyebarkan nilai perdamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
“Semoga muktamar ini mampu mentransformasi warisan pemikiran Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari menjadi upaya dan rekomendasi nyata dalam memerdekakan umat Islam dan bangsa Indonesia dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan, serta mewujudkan kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, K.H. Abdul Hakim Mahfudz mencatat, peran K.H. Hasyim Asy’ari dalam menyatukan umat Islam di tengah masuknya aliran-aliran baru pada awal abad ke-20 diakui sangat penting.
Beliau berupaya menjaga keutuhan umat Islam dengan memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang berakar pada mazhab Imam Syafi’i.
Di bawah bimbingannya, NU dan organisasi Islam lainnya mampu bersatu di bawah naungan Majlis Islam A’la Indonesia pada 1937 yang menjadi pondasi persatuan Islam dalam menghadapi kolonialisme dan tantangan ideologi baru.
“Apa yang kemudian bisa kita ambil ibroh dari pergerakan beliau bahwa beliau kemudian menjaga jangan sampai terjadi perpecahan umat Islam,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Presidium Nasional IKAPETE, Prof. Masykuri Bakri melaporkan kegiatan ini merupakan wujud semangat para alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang untuk mengangkat kembali pemikiran dan harakah/gerakan K.H. Hasyim Asy’ari.
“Hadratussyaikh bukan sekedar pemikir, tetapi beliau adalah muharrik. Beliau adalah seorang tokoh yang sangat inklusif, sangat terbuka, dan sangat akomodatif terhadap berbagai macam pemikiran-pemikiran konstruktif di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Prof. Masykuri menggambarkan, K.H. Hasyim Asy’ari sebagai sosok yang sangat populis dan tidak elitis sehingga bisa bergaul dengan siapa saja mulai dari tokoh hingga masyarakat kecil. Pemikirannya juga begitu kosmopolit yang menjangkau tataran mikro sampai tataran makro, dari tataran regional, tataran nasional, hingga tataran internasional.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng, K.H. Ahmad Musta’in Syafi’i, Ketua DKM Masjid Raya K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Abdurrahman Shoheh; dan segenap keluarga besar alumni Pesantren Tebuireng. | Sutarno