Universitas Muhammadiyah Bulukumba Selenggarakan BAMA Gelombang Dua

Universitas Muhammadiyah Bulukumba Selenggarakan BAMA Gelombang Dua
Universitas Muhammadiyah Bulukumba menyelenggarakan Baitul Arqam Mahasiswa Akhir (BAMA) gelombang kedua di kampus 2 UM Bulukumba dan dilaksanakan selama dua hari satu malam dari tanggal 3 sampai 4 Agustus 20024 di jalan Poros Bulukumba-Bantaeng KM 9, Kel. Mariorennu, Kec. Gantarang, Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2024).
Universitas Muhammadiyah Bulukumba Selenggarakan BAMA Gelombang Dua

Bulukumba, HarianBerita.ID – Universitas Muhammadiyah Bulukumba menyelenggarakan Baitul Arqam Mahasiswa Akhir (BAMA) gelombang kedua di kampus 2 UM Bulukumba dan dilaksanakan selama dua hari satu malam dari tanggal 3 sampai 4 Agustus 20024.

Pelaksanaan acara Baitul Arqam diikuti150 mahasiswa tingkat akhir dan dihadiri Ketua Panitia Baitul Arqam Mahasiswa Akhir (BAMA), Andi Marwan, S.Ag., M.Pd, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kab. Bulukumba, H. Samsul Bakir Hamid.

Kemudian hadir juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan (Sulsel), selaku sekretaris majelis pembinaan kader dan sumber daya insani, Saiful Kamaruddin S.Pd dan untuk kegiatan kali ini diikuti 8 Program Studi dengan mengambil tema,“Sarjana Smart Mencerahkan Ummat dengan Kepribadian Nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan".

"Sebanyak 150 mahasiswa tingkat akhir yang mengikuti Baitul Arqam di Auditorium KH. Ahmad Dahlan dan pada kegiatan kali ini diikuti dari delapan Program Studi,” ucap Andi Marwan di kampus 2 UM Bulukumba jalan Poros Bulukumba-Bantaeng KM 9, Kel. Mariorennu, Kec. Gantarang, Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/8/2024).

Kegiatan Baitul Arqam adalah penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) yang dilaksanakan untuk mahasiswa tingkat akhir UM Bulukumba.

Menurut Andi Marwan, Baitul Arqam Mahasiswa Akhir (BAMA) merupakan kegiatan wajib di UM Bulukumba dan bahkan menjadi persyaratan sebelum mengikuti yudisium dan wisuda sarjana dengan tujuan membentuk jati diri dan memperbaiki ibadah mahasiswa, sesuai tuntunan Al-Quran dan As-sunah, kata Ketua Panitia BAMA.

Sementara itu Jumase Basra selaku Rektor Bulukumba dalam sambutanya menjelaskan, bahwa Baitul Arqam menjadi wahana penguatan keislaman dan kemuhammadiyahan dalam rangka mencetak generasi unggul islami dan diharapkan menjadi benteng diri bagi para mahasiswa.

“Kepada ananda semua agar mengikuti kegiatan Baitul Arqam dengan baik, karena kegiatan ini menjadi benteng diri bagi ananda semua dalam menghadapi pengaruh luar yang dapat merugikan," tuturnya.

Ditambahkannya, tujuan utama dari kegiatan BAMA ini diharapkan para mahasiswa semua mampu mewujudkan nilai-nilai keislaman bersumber dari Al-Quran dan As-sunah dan selama ini diyakini mampu mendorong gerbong Muhammadiyah dari waktu kewaktu", kata Jumase Basra.

Masih ditempat yang sama, hal senada diutarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab. Bulukumba Samsul Bakir Hamid mengatakan, bahwa kegiatan Baitul Arqam mampu memberikan bekal dan stimulan bagi calon wisudawan UM Bulukumba.

"Saya harapkan melalui kegiatan Baitul Arqam ini, mahasiswa benar-benar dapat meyakini, memahami dan kemudian melaksanakan misi perjuangan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar," pintanya.

Selanjutnya, hal yang sama juga dikatakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, selaku sekretaris majelis pembinaan kader dan sumber daya insani Saiful Kamaruddin, Ia memberikan apresiasi kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan Baitul Arqam, sehingga dapat terlaksana dengan baik.

"Saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Rektor dan Civitas Akademika UM Bulukumba dan panitia serta para peserta, sehingga kegiatan BAMA ini dari gelombang satu sampai gelombang dua, saat ini dapat terlaksana dengan baik", ujarnya.

Ditandaskan Saiful Kamaruddin, Ia memaparkan dan berharap para mahasiswa yang mengikuti Baitul Arqam ini dapat menjadi ummat yang terbaik dan mahasiswa juga diharapkan dapat menjalani kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

Dan kegiatan ini memberikan bekal bagi calon wisudawan dan wisudawati yaitu bekal dalam membentuk soft skill perilaku kerja profesional dan Islami dalam bermasyarakat, agar calon wisudawan dan wisudawati siap menghadapi segala perubahan dan dinamika yang ada di masyarakat kelak.

“Mahasiswa dan kita semua tidak boleh lemah dalam akidah, harus murni dalam berakidah dan harus mempunyai wawasan yang luas," tutup Saiful Kamaruddin.

Untuk diketahui, keberadaan Universitas Muhammadiyah Bulukumba sebelumnya bernama STKIP berdiri pada 20 November 1966. Berjalan waktu pada tanggal 21 Mei 2019 atau15 Ramadhan 1440 H, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan No. 416/KPT/I/2019 STKIP Muhammadiyah Bulukumba berubah bentuk dan kualifikasi menjadi Universitas Muhammadiyah Bulukumba.

(Syayyidina Ali, S.Pd., M.Hum / Djamal Efendi).