Pondok Pesantren Al Washilah Selenggarakan Tabligh Akbar Hari Santri 2024
Jakarta, HarianBerita.ID – Pondok Pesantren Al Washilah di Jalan Kampung Baru No.20, RT 04, RW 10, Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, menyelenggarakan Tabligh Akbar dalam Puncak Perayaan Hari Santri Nasional 2024 dan sekaligus memperiati Maulid Nabi Muhammad SAW, (23/10/2024).
Pondok Pesantren Al Washilah asuhan Almarhum Almaghfurlah KH. Ahmad Dasuki Adnan didalam acara Tabligh Akbar yang berlangsung di hadiri penceramah kondang Ustad Dr. H. Das’ad Latif, Anggota DPR-RI, Dr. Hj. Atalia Praratya, Anggota DPR-RI, Erwin Aksa Mahmud, BA.
Kemudian dalam acara puncak perayaan hari santri tersebut juga dihadiri antara lain, Pimpinan Pondok Pesantren Al Washilah, Gus Lukmanul Hakim, S.Sos.I, dan para pengasuh diantaranya, H. Moh, Hasyim Adnan, ST, Gus Achmad Zeni, ST, Gus Abdul Wahab, SE, Gus Abdul Wahib , S.Pd, KH. Muhammad Sahidi Rahman, MA, serta ratusan santri dan warga setempat.
“Assalamulaikum Warohmatullahi Wabarakatuh. Saya sedikit saja memberikan sambutan dan memperkenalkan diri, karena saya belum pernah datang kesini,” ucap Erwin Aksa dalam awal sambutanya.
Tabligh Akbar yang di kemas Pondok Pesantren Alwashilah selain merayakan puncak hari santri 2024 dan sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW, mendapat antusias para santri dan jamaah serta warga masyarakat.
Menurut Anggota DPR-RI dari Dapil Tiga, dalam acara Tabligh Akbar Perayaan Puncak Hari Santri 2024, Ia mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah keluarga besar Almarhum KH Ahmad Dasuki Adnan atas undangan yang diberikanya, dan Erwin Aksa juga tidak luput memberikan ucapan terima kasih yang dikhususkan kepada warga Kembangan Utara.
“Perkenalkan, saya anggota DPR-RI dari dapil tiga, termasuk wilayah bapak ibu sekalian, saya sangat berterimakasih sudah terpilih kemarin dan sekarang sudah mendapatkan tugas sebagai anggota dari komisi keuangan,” terang dari Partai Atribut Kuning, Golkar
Ditambahkannya, didalam kinerja dan tugas, serta fungsi yang di jalani Erwin Aksa meyoroti tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang terbilang mempunyai kekayaan dan Ia pun di tugaskan untuk mengawasi program-program yang ada.
“Bapak ibu sekalian, semoga tugas saya ke depannya membawa hal yang baik dari pusat dan untuk wilayah Provinsi Jakarta, karena Jakarta mempunyai banyak kekayaan dan tugas kami hanya mengawasi pelaksanaan program secara transparan dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu masih di tempat yang sama penceramah Das’ad Latif dalam sambutannya menyampaikan ucapan salam, serta wasilah dipanjatkan khusus kepada junjungan nabi Muhammad SAW diperuntukan untuk para jamaah Tabligh Akbar yang hadir.
“Assalamulaikum Warohmatulllahi Wabarakatuh. Alhamdullillah, Alhamdulillahirobil alamin, wabihi nastain wa’ala muridunyawaddin. Washaduallah Illahailllallah, Waashaduanna Muhammadan abduhu warosulluh. Allahummasolli Allasyadina Muhammad, Waallla’alllihi Wasahbihi adzmain, Ammaaba’du,” ujar Das’ad Latif dalam pembukaan sambutanya.
Ustad Das’ad Latif di dalam cermah yang dibawakan selalu dikenal dengan gaya dialog yang dibawakan dengan diselingi guyonan seloroh candaannya. Ceramah pria asli Makasar mendapat empati masyarakat, serta para santri maupun para tamu undangan lainya.
Menurut Das’ad Latif, kehadiran maulid nabi besar Muhammad SAW selalu ramai di rayakan sebagai hikmah untuk meladani nabi dan Ia pun menceritakan perayaan maulid di kampung halamanya di Masjid Makasar dengan dibagikan telur sebanyak 2600 telur.
Untuk simbol didaerahnya di dalam merayakan Maulid, ada dua kritera yang dapat mengandung arti. Pertama, telur di masak dengan ketan, sebagai symbol untuk orang islam diharapkan dapat menyatu dan untuk ke-dua kenapa warna selalu memakai warna kuning merupakan warna ke emasan, karena semua orang islam ingin berjaya.
“Warna ke emasan merupakan simbol kejayaan dan kenapa memakai telur, karena telur akan menetaskan itik dan jika kalian pulang dari maulid akan menjadi bibit bibit masa depan islam,” katanya.
Ada yang menarik dalam ceramah di Pondok Pesantren Al Wshilah, ketika Das’ad Latif memberikan pertayaan kepada salah seorang santri bernama Andika, berusia 16 tahun untuk menjawab pertayaan siapa pemain sepakbola terkenal dan siapa presiden Indonesia di jawab Andika dengan lancar.
Namun, ketika pertanyaannya mengenai tentang risalah kelahiran dan silsilah keluarga Nabi Muhammad, Andika hanya dapat menjawab satu pertanyaan saja dan selebihnya santri ini tidak tau dan mengerti. Akhirnya, santri tersebut tetap mendapat hadiah uang berupa Rp 100.000 dari Das’ad Latif.
“Ronaldo kenal, Messi kenal, Bambang Pamungkas kenal, Das’ad latief kenal dan Jokowidodo kenal, serta Prabowo-Gibran kenal. Demi Allah, semua nama yang di sebut tadi tidak akan menolong di Padang Massar kelak. Didalam Alqur'an dikatakan, suami tinggalkan istrinya dan istri, tinggalkan anaknya, mereka semuanya panik dengan dosa-dosanya, tidak ada lagi hanya satu nama yang dapat menolong, yaitu Muhammad Rosullullah,” tandas Das’ad Latif menutup ceramahnya. (Sutarno)