Sambut 10 Muharam 1445 H, SMPN 16 Jakarta Adakan Santunan Anak Yatim

Sambut 10 Muharam 1445 H, SMPN 16 Jakarta Adakan Santunan Anak Yatim
SMPN 16 Jakarta Lakukan Kegiatan Santunan Anak Yatim, Jum'at (10/7/2023).
Sambut 10 Muharam 1445 H, SMPN 16 Jakarta Adakan Santunan Anak Yatim
Sambut 10 Muharam 1445 H, SMPN 16 Jakarta Adakan Santunan Anak Yatim
Sambut 10 Muharam 1445 H, SMPN 16 Jakarta Adakan Santunan Anak Yatim

Jakarta, HarianBerita.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 16 Jakarta, Widodo M.Pd, bersama para orang tua murid dan para guru, serta para pengurus sekolah melakukan kegiatan menyambut 10 Muharam 1445 Hijriyah, dengan melakukan santunan kepada para anak yatim.

Santunan yang diberikan pihak sekolah untuk para siswa, siswi di SMPN 16 Jakarta, merupakan dari hasil swadaya bersama dan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada anak yatim yang ada disekolah tersebut.

“Jumlah yatim piatu yang ada 70 orang dan ini sebagai kepedulian kita sesama, terutama kepada anak yatim dan ini juga sebagai kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun pada bulan muharam atau istilahnya untuk berbagi rizki kepada anak yatim,” ucap Widodo pada HarianBerita.ID, usai melaksanakan kegiatan santunan anak yatim di Ruang Aula SMPN 16 Jakarta, jalan Palmerah Barat No. 59, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jum’at (11/7/2023).

Acara kegiatan yang digagas SMPN 16 Jakarta, didalam menyambut 10 Muharam 1445 Hijriyah dengan menyematkan tagline, “Gerakan 10 Muharam 1445 H, Tebar Cinta Anak Yatim”.

Menurut Widodo sekaligus sebagai Kepsek SMPN 185 Jakarta Selatan, kegiatan santunan yatim merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan setiap bulan Muharam untuk dapat menyantuni anak yatim.

Kepedulian yang dijalani itu sebagai bentuk atau tanda berbagi sesama dan bagi para siswa, siswi sudah dapat mengerti dan paham betul arti makna cinta kepada anak yatim.  

Untuk kedepanya, kegiatan ini terus dilaksanakan karena bersifat positif dan akan membentuk karakter bagi anak. Apalagi dalam profil belajar tentang pancasila kita harus menanamkan karakter itu pada anak.

“Jadi ini dapat memotivasi anak yatim jangan sampai minder dan rendah diri atau kurang percaya diri, karena merasa dirinya anak yatim, sehingga kita ini harus memberikan semangat kepada mereka semua,” tutur Plt Kepsek SMPN 16 Jakarta.

Lanjutnya, pria asal kelahiran Kelaten dan lulusan S2, alumni UHAMKA Jakarta tahun 2015 ini menjelaskan lebih dalam tentang tema yang disematkan di spanduk yang terpasang.

Ia menilai, tulisan yang tertulis itu sangat bagus dan sementara ini dimungkinkan anak yatim yang ada dirinya merasa minder.

Melalui tulisan tersebut kita sampaikan kepada mereka, bahwa kita sangat prihatin dan peduli, sehingga mereka menjadi percaya diri dan untuk baik lagi didalam belajar.

“Saya berharap untuk semua anak yatim kedepanya dapat lebih berprestasi, percaya diri dan semangat untuk lebih sukses dari yang lain dan tadi sudah disampaikan oleh guru penceramah mengenai Nabi Muhammad SAW, dahulunya adalah anak yatim piatu,” terang Widodo.

Lebih jauh masih ditempat yang sama, Plt Kepsek SMPN 16 Jakarta, sebelum melakukan kegiatan santunan yatim pada Rabu lalu (9/7/2022) para peserta didik sebanyak 50 orang dipinta atau di undang dari Dinas Pariwisata untuk melakukan kunjungan ke tiga tempat museum sejarah di DKI Jakarta.

Ke tiga tempat yang disambangi para siswa, siswi SMPN 16 Jakarta, mencangkup Museum Gajah, Museum Fatahillah atau Sejarah dan Museum Satria Mandala.

“Acara ke tiga tempat museum kemarin itu atas undangan dari Dinas Pariwisata dan semua kebutuhan sudah di cover dari sana. Kita disuruh mengirim dari pihak sekolah 50 orang, dengan rincian 48 siswa diikutsertakan dan dua orang dari guru pendamping,” kata Widodo.

Di akuinya, untuk kegiatan aktif diluar sekolah SMPN 16 Jakarta belum dapat dilaksanakan, karena semua terkendala masalah dana keuangan dan masalah itu juga tidak dapat diperbolehkan, pihak sekolah meminta dana sumbangan kepada orang tua murid.

Kunjungan para siswa, siswi SMPN 16 Jakarta ke museum sejarah merupakan kegiatan yang sangat baik sekali dan Ia memberikan apresiasi positif untuk Dinas Priwisata, dengan tujuan agar anak didik dapat mengenal mengenai sejarah.

“Kemarin kunjungan ke tiga museum dari satu kecamatan hanya diperbolehkan untuk satu sekolah dan itu juga karena saya sebagai sekretaris anggaran di semua sekolah. Jadi saya dipinta untuk memilih sekolah yang dapat mengikuti undangan berkunjung ke museum sejarah yang ada,” urainya.

Ditambahkan Kepsek SMPN 185 Jakarta Selatan, bahwa dirinya dapat menyakinkan, adanya kunjungan di prakarsai dari Dinas Pariwisata merupakan suatu moment yang tepat, karena anak sekolah sekarang dalam minat keingintahuan sejarah sangat berkurang.

Diharapkan Widodo, hikmah dari kunjungan ke museum agar mereka semua mengerti mengenai sejarah bangsa kita, karena jika generasi bangsa tidak dapat mengerti sejarah, dikhawatirkan sangat berbahaya.

"Indonesia merdeka itu perlu perjuangan dan mereka juga harus memahami makna arti sejarah," tegasnya.

Di akui Widodo, yang sangat disayangkan untuk sekarang ini tidak ada anggaran tujuan ke museum dan untuk yang terdahulu masih ada anggaran ke-museum disetiap sekolah.

“Atas inisiatif Dinas Pariwisata itu sangat bagus dan harapan saya jangan satu sekolah saja setiap kecamatan yang ada, tapi untuk semua sekolah untuk dapat mengikuti kunjungan ke museum. Kemarin kita berangkatkan ke museum sebanyak 46 siswa OSIS dan ditambah kita ambil dari pengurus OSIS dua orang, serta untuk dua orang lagi dari siswa Majelis Permusyawaratan Kelas atau MPK,” tandas Plt Kepsek SMPN 16 Jakarta. (Djamal Efendi)