MoU Menjadi Langkah Konkret Dalam Mendukung Pertumbuhan Literasi Ilmiah di Indonesia

MoU Menjadi Langkah Konkret Dalam Mendukung Pertumbuhan Literasi Ilmiah di Indonesia
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) dengan sejumlah jurnal mitra terkemuka. 

Batam, HarianBerita.ID – Konferensi Internasional Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (KPPTI) ke-3 tahun ini menghadirkan momen penting, dimana dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) dengan sejumlah jurnal mitra terkemuka. 

Penandatanganan MoU ini melibatkan Jurnal FPPTI, Jurnal Media Informasi, Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, Jurnal Pustakaloka, dan Jurnal Daluang, 
berlangsung di Pacific Palace Hotel, Batam, 6 November 2024.

Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan publikasi ilmiah yang berkualitas dari para pustakawan dan akademisi di Indonesia, sekaligus memberikan wadah bagi para peneliti untuk menyebarkan hasil riset mereka di bidang perpustakaan dan informasi.

Kerja sama dengan jurnal-jurnal mitra ini memungkinkan para peserta KPPTI ke-3 untuk mengakses lebih banyak peluang publikasi dan mengembangkan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan terstandar. 

Ketua Umum FPPTI, Mariyah, S.Sos., M.Hum., menggukapkan, penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pertumbuhan literasi ilmiah di Indonesia, khususnya dalam bidang perpustakaan perguruan tinggi. 

“Kolaborasi ini kami harapkan dapat semakin memajukan karya tulis ilmiah pustakawan Indonesia dan memperluas akses publikasi bagi peneliti di bidang ini,” ujar Mariyah.

Sebagai bagian dari kegiatan akademik KPPTI, FPPTI juga menyelenggarakan Call for Paper (CfP) dan Call for Best Practice (CfBP), yang merupakan wadah bagi para peneliti, pustakawan, dan praktisi perpustakaan untuk berbagi hasil penelitian dan praktik terbaik mereka. 

Tahun ini, kegiatan CfP/CfBP berhasil menjaring 32 artikel dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 artikel telah terpilih untuk dipresentasikan dalam konferensi, mencakup topik-topik strategis yang terkait dengan pengelolaan perpustakaan di era digital dan penerapan kecerdasan buatan/ Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung layanan informasi.

Dalam presentasi CfP/CfBP, para peserta menyampaikan berbagai inovasi dan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan layanan perpustakaan agar lebih adaptif terhadap kemajuan teknologi. 

Topik-topik yang diangkat mencakup pengelolaan big data, pemanfaatan AI untuk meningkatkan akses informasi, hingga pengembangan literasi digital di kalangan mahasiswa. 

Para peserta dan juri berharap bahwa hasil dari CfP/CfBP ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan kompetensi pustakawan dan membangun perpustakaan yang lebih inovatif.

Dengan adanya penandatanganan MoU serta penyelenggaraan CfP/CfBP, KPPTI ke-3 menjadi ajang kolaborasi yang signifikan dalam mendukung kemajuan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia.

Diharapkan kegiatan ini tidak hanya memajukan penelitian dan publikasi ilmiah, tetapi juga memperkuat jaringan profesional di antara pustakawan dan akademisi yang hadir. 

Hal ini sejalan dengan misi FPPTI untuk terus berinovasi dalam mengembangkan perpustakaan perguruan tinggi dan mempersiapkannya menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0.