Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar

Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar
Jajaran Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau di Wilayah Kecamatan Palmerah
Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar
Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar
Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar
Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar
Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar
Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar
Polsek Palmerah Lakukan Giat Pos Pantau Tiga Pilar

JAKARTA, HARIANBERITA.ID - Jajaran Polsek Palmerah dipimpin Kompol Dodi Abdulrohim, selaku Kapolsek Palmerah lakukan giat dan sidak ke Pos Pantau Tiga Pilar di wilayah Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

“Ini pos pantau dalam rangka mengantisipasi kerawanan kamtibmas, khususnya anak anak yang membangunkan sahur dan arak- arakan dengan menggunakan STE (Special Test Equipment) yaitu peralatan memakai drum band,” ucap Dodi Abdulrohim, di Pos Pantau Tiga Pilar Kecamatan Palmerah, jalan Kamboja Raya, Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu pagi (26/3/2023) jam 01.00 Wib.

Giat pos pantau dari jajaran Polsek Palmerah di bulan suci Ramdhan bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Kapolsek Palmerah sudah sering kali melakukan pemantauan wilayah bersama jajarannya.  

Menurut Kapolsek Palmerah, pos pantau yang didirikan untuk mengantisipasi kerawanan kamtibmas dan dihimbau untuk anak anak tidak lagi membangunkan sahur kepada warga dengan melakukan arak-arakkan.

Tujuan tersebut untuk mengantisipasi akan terjadinya tawuran, sehingga pos pantau yang didirikan untuk penyekekatan wilayah.

“Mangkanya kita punya pos pantau untuk penyekatan. Termasuk juga untuk antisipasi adanya tawuran dan sebagainya,” jelas Dodi Abdulrohim

Berdirinya pos pantau untuk mengantisipasi kerawanan kamtibmas di wilayah Kecamatan Palmerah, khusunya wilayah Jatipulo, Kemanggisan dan Kota Bambu.

Pasalnya, tawuran antar warga pernah terjadi pada Kamis lalu (23/3/2023) pada pukul 02.30 Wib, dijalan Banjir Kanal Barat, RT 01, RW 08, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Atas kejadian tersebut, sehingga telah menewaskan salah seorang warga bernama Muhamad Jatmico (29) yaitu warga Jatipulo, RT 16, RW 08, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

“Korban tawuran sudah meninggal dan sudah dikebumikan, serta di otopsi. Alhamdullillah, pelaku sudah diamankan,” terang Kapolsek Palmerah.

Dilanjutkan Dodi Abdulrohim, bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang dan saksi sekitar kurang lebih enam sampai delapan orang.

Untuk pengungkapan kasusnya telah ditangani Kanit Reskrim dan masalah tersebut juga sudah ditangani oleh Polres Jakarta Barat.

“Tapi saya titip jika masalah pengungkapan sama Kanit Reskim dan masalah ini juga sudah ditangani oleh Polres setempat,” ungkapnya.

Ditambahkanya, Polsek Palmerah untuk kedepannya akan terus berkesinambungan melakukan antisipasi kerawan kambtibmas di wilayah Jatipulo.

“Ini, saya akan berangkat kembali ke Jatipulo, sampai hari raya kita akan terus melakukan penyekatan disitu dan kita pun akan standby disitu,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kanit Narkoba Polsek Palmerah, Iptu Ahmad menjelaskan, keberadaan Pos Pantau Tiga Pilar Kecamatan Palmerah untuk mengantisipasi tawuran dan pos tersebut berjumlah di tiga titik, salah satunya diwilayah Kemanggisan, Jatipulo dan Kota Bambu Utara.

“Ini memang dalam fokus jelang lebaran, jadi keberadaan pos pantau biar kondusif. Perihal kejadian korban tewas akan kita lanjuti, kita lidik dan kita proses lanjut,” tutur Iptu Ahmad.

Sementara itu, Sugiharto Putra (57) salah seorang warga RT 08, RT 09, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, membenarkan atas kejadian tawuran antar warga di Jatipulo, telah menewaskan korban bernama Muhamad Jatmiko.

Menurut lelaki paruh baya yang akrab disapa Toto dan sekaligus permerhati lingkungan wilayah Kecamatan Palmerah mengungkapkan, sebenarnya kejadian tersebut korban tidak tahu menahu dan tidak ikut serta dalam tawuran.

Awalnya perang sarung sesama lingkungan dan tiba tiba korban melihat adanya penyerangan dari warga lain dengan membawa senjata tajam (sajam) dan parang. 

Kemudian berlanjut terjadi aksi tawuran dan saling menyerang, sehingga korban terkena sabetan senjata tajam dari pihak lawan dan mengenai punggung atas dan ambruk seketika. 

Lalu korban dibawa beberapa kawannya ke RS Tarakan dan dinyatakan dokter setempat, korban sudah meninggal dunia dan sekarang kawannya menjadi saksi atas kejadian tewasnya korban.

“Saya berikan apresiasi untuk jajaran Polsek Palmerah, khususnya untuk Bapak Kapolsek Palmerah yang langsung tanggap mendirikan pos pantau tiga pilar untuk antisipasi kerawanan kamtibmas yang ada di tiga titik wilayah Kecamatan Palmerah,” tandasnya. (Djamal Efendi)