Ketua PWNU DKI Hadiri Muskercab, Sentil Ketua PCNU Jakbar
Jakarta, HarianBerita.ID – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat, mengadakan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke Lima diselenggarakan di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari Jalan Rusunawa Pesakih No.14, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (14/9/2024).
Acara Muskercab dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Muhyidin Ishaq, Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lukman Hakim Hamid, dan Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Barat, H Agus Salim.
Kemudian acara tersebut juga dihadiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) antara lain, Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, S.Sos., M.A.P., didampingi Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Jakarta Barat, RM. Amien Haji, beserta Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jakarta Barat, Mohammad Matsani.
Lalu, hadir juga Ketua MWC NU se-Jakarta Barat, Pengurus Ranting Nu se-Jakarta Barat, serta Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU se-Jakarta Barat dan para tamu undangan lainya di dalam acara Muskercab PCNU yang dilaksanakan.
“Wasobihi Wamantabiahu Alla La’hawla, Walakuata Illabillah Ammaba’du. Para alim, para kiyai, wabil khusus yang kami taati, yang kami ta’zimi Rais Suriyah PWNU DKI Jakarta, mudah-mudahan Allah selalu memberikan kesehatan yang prima kepada beliau. Yang kami hormati Khatib Suriyah PWNU dan yang kami banggakan Walikota Jakarta Barat, selalu memberikan support kegiatan PCNU, serta seluruh jajaran pejabat Pemda Administrasi Jakarta Barat. Yang kami hormati hadir disini sekretaris PWNU, Gus Baha, serta seluruh pengurus PCNU, baik jajaran Suriyah maupun Tanfidziyah,” ujar, Samsul Ma'arif dalam sambutannya.
Pada acara Muskercab yang berlansung, ada yang menarik dalam senda gurau yang di ucapkan Samsul Ma’rif didalam pembukaan pidatonya kepada Ketua PCNU Jakarta Barat.
Menurut Ketua PWNU DKI Jakarta, Ia memberikan apresiasi luar biasa, apa yang dilihat dari sambutan terbaik Agus Salim selama berpidato dan apa yang di ucapkan didalam pidatonya, biasanya Agus Salim tidak ada kalimat bertakzim-takzim.
Hal itu dikatakan Samsul Ma’arif ketika mengingat datang ke Masjidil Haram, waktu Ia melihat Ka’bah dan langsung membaca Allahuma Zid’ah Albaita, Tasrifan, Watakriman, Watakjiman, Wamahabatan, Wabiro.
“Jadi semua diborong oleh bapak Agus Salim. Biasanya kalau orang mau nyalon begitu omonganya,” ucap Samsul Ma’arif didalam candaan pidatonya.
Lanjut Samsul Ma’arif didalam pidato Muskercab PCNU Jakarta Barat, Ia menitikberatkan kepada tiga program kerja diantaranya, pertama Ia mengucapkan selamat kepada para peserta musyawarah kerja PCNU Jakarta Barat yang mampu melahirkan pemikiran cerdas memberikan kontribusi program yang terbaik.
Kemudian PCNU Jakarta Barat dapat mengevaluasi kerja-kerja yang telah dilakukan dan meneruskan, serta mengembangkan program-program kedepan yang lebih baik dan kata PBNU, konsolidasi PCNU keseluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) dan ranting dinyatakan kho’ir (Baik) dan harus dapat di pertahankan dan Insya Allah di tahun mendatang lebih baik lagi.
“Saya melihat, menyaksikan, menghadiri bahwa kegiatan PCNU Jakbar ini luar biasa dan saya memberikan penilaian yang lebih baik. Tapi tentu tidak cukup dengan modal tepuk tangan saja, kedepan harus betul-betul ada peningkatan dari sisi managemen organisasi, penguatan ke organisasian, serta konsolidasi,” jelasnya.
Selanjutnya untuk yang kedua diterangkan Samsul Ma’arif, Ia mengatakan bahwa semua pengurus NU di Jakarta memang sedang di uji ke imanannya, terutama ketika dihadapkan kepada pilkada untuk dapat menunggu arahan yang terbaik dari Rais Suriyah tidak melanggar pada prinsif-prinsif ke organisasian.
”Nah, itu Rais Suriyah ahlinya. Oleh karena itu, saya berharap semua pengurus PC disemua wilayah jangan sampai membuka lapak sendiri-sendiri. Ini ujian keimanan kita dalam berorganisasi,” terang Ketua PWNU DKI Jakarta.
Lebih jauh untuk yang ke tiga, Samsul Ma’arif menekankan pada semua anggota dan pengurus untuk berkomitmen didalam berorganisasi tegak lurus dengan pengurus besar NU dan menolak bersama sama isu-isu Muktamar Luar Biasa (MLB) PBNU.
Ia menyatakan dan juga meminta kepada Gus Baha untuk mencatat, bahwa Ketua PWNU DKI Jakarta dan semua PCNU se-DKI Jakarta menjamin menolak keras siapapun yang akan mendorong Majelis Lembaga Dakwah (MLD) PBNU, karena itu tidak sesuai dengan prinsif-prinsif berorganisasi di PBNU.
“Sudah begini saja masih diragukan, oleh karena itu Saya ketua Tanfidziyah bersama Rais Suriyah, Khatib, Sekjen, benar-benar memegang sikap tegak lurus. Siapapun yang mencoba melakukan gerakan-gerakan kearah situ langsung kita kasih beberap surat peringatan (SP) untuk kita pertimbangkan dan itu harus kita jaga bersama sama,” imbuhnya.
Ditambahkan Ketua PWNU DKI Jakarta, Ia mengajak anggota dan pengurus Nahdatul Ulama (NU) untuk meningkatkan dan menjaga yang sudah baik.
“Saya menyakini apa yang sering di pidatokan oleh Suriyah kita dan kita ini bukan siapa siapa. Tapi yakin dengan kekompakan ini, Insya Allah NU di Jakarta semakin jaya, jaya, jaya,” tandas Samsul Ma’arif dalam menutup pidatonya. (Sutarno/Kabiro Jakarta Barat).